Hindari Pembajakan dengan menggunakan Software Free yang Legal

Sebagai salah satu tenaga pengajar TIK dari salah satu Sekolah Dasar yang berada di Kabupaten Sragen saya sebenarnya merasa bersalah karena seolah-olah saya menjerumuskan anak didik saya kearah yang salah. Bagaimana tidak, karena secara tidak langsung saya mengharuskan mereka untuk menggunakan OS yang notabene merupakan software ilegal yang seharusnya mereka hindari. Memang didaerah Sragen masih sangat banyak dijumpai Software Ilegal yang bertebaran, karena memang untuk mendapatkan software yang orisinil saja masih susah.

Pernah saya berniat untuk mengaplikasikan Linux ke anak-anak didik saya, hal ini sudah saya pertanyakan kepada kepala sekolah dimana saya mengajar. Kepala sekolah memberikan ijinnya, tetapi selang berapa hari persetujuan tersebut dibatalkanšŸ˜¦ hal ini dikarenakan salah satu dari Komite Sekolah tidak setuju karena di Sragen bila ada lomba TIK/Komputer masih menggunakan aplikasi berbasis Windows. Hal ini saya dapat memakluminya karena memang begitu adanya, tetapi hati ini rasanya tidak puas akan keputusan tersebut.

Saya berpikir kalo memang anak-anak harus dibiasakan menggunakan Software Legal sedini mungkin, hal ini karena mereka belum begitu tenggelam terlalu dalam pada salah Operating Sistem yang nantinya menjadi Candu bagi mereka. Dari pengalaman pribadi maupun teman-teman penulis merasakan bahwa bermigrasi dari Windows ke Linux itu memang SUSAH bro!!! tetapi hal itu merupakan masalah kebiasaan yang harus dimulai lagi dari awal.

Kebiasaan membajak di Indonesia memang sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Menurut data BSA (Business Software Alliance), Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan nilai pembajakkan mencapai 88 persen pada tahun 2001.

Dengan diberlakukannya UU HaKI ini menjadi ā€œdarah segarā€ bagi para pelaku bisnis TI di Indonesia. PT. Microsoft Indonesia, misalnya. Sebagai vendor pemilik hak cipta dari Microsoft Corporation, pihaknya menyambut gembira dengan akan diterapkannya UU HaKI ini. Maklum, karena produknya merupakan yang paling banyak dibajak.

Jika dibandingkan dengan dua UU sebelumnya, UU No. 19/2002 ini juga menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap perlindungan terhadap para pemilik hak cipta, terutama software. Di pasal 72 UU ini, misalnya, disebutkan bahwa pembajakan, pendistribusian, dan penggunaan software komputer untuk kepentingan komersial, dapat dikenakan sanksi pidana.

2 Komentar

  1. tuxlin said,

    3 Maret 2009 pada 14:46

    Saya dukung maz!!!!!
    walo saya pembajak sejati karna tuntutan kuliah,hehehehe……

  2. ztyo said,

    5 Maret 2009 pada 17:15

    Hayah!!! Jare Linuxer sejatišŸ˜›


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: