Tanggal 16 september 2008 jam 01.00.anakku masuk rumah sakit. Labib tak bawa kerumah sakit karena mulai jam 00.30 anakku itu terbangun dari tidurnya dan mulai mutah tanpa henti. Karena sudah berbagai cara diusahakan agar labib tidak mutah lagi tidak menuai hasil akhirnya kami sekeluarga sepakat untuk membawa Labib ke RS S****a H****a. Sesampai di sana anakku langsung di infus dan masuk ke dalam kamar kelas I, tetapi yang patut disayangkan adalah pada waktu memilih kamar kami sekeluarga disodorkan selembar kertas yang berisikan rincian ruang kelas perawatan mulai dari fasilitas dan biaya. Di kelas satu tertera dalam kertas adalah satu ruang satu pasien tetapi kenyataannya ada dua tempat tidur yang berarti menampung dua pasien.
Setelah lama menunggu dengan perasaan yang kalut ternyata dokter yang memeriksa labib datang untuk memeriksa jam 13.00. dalam hati kami sebenarnya jengkel juga, bagaimana tidak!! selama 12 jam Labib menahan sakit yang luar biasa. Anak 11 bulan itu cuma bisa menangis dan memberontak saja, hal itu disebabkan karena hampir setiap 10 menit mutah dan hampir setiap 20 menit terus buang air besar bercampurkan darah. Setelah memeriksa dokter memberikan resep suntikan yang disuntikkan ke selang infus setiap pagi dan memberikan sirup yang harus diminum 3x sehari. Tetapi setelah mencoba seharian untuk memninumkan sirup pemberian dari dokter tidak berhasil karena selalu dimutahkan kembali. Akhirnya kami konsultasi agar obat sirup diganti. Memang sih diganti, tetapi diganti suntikan dipaha setiap hari sekali.
Akhirnya sedikit demi sedikit kondisi anakku mulai membaik dan pada hari minggu, 21 September kemarin akhirnya Labib diperbolehkan pulang. Setelah membayar biaya perawatan yang hampir mencapai Rp 2,5 juta tersebut kami pulang. Yang agak anehnya di dalam kuitansi pembayaran terdapat perbedaan harga dengan kertas sewaktu kami akan masuk. Di dalam kuitansi, selama 4 hari Labib dirawat di kelas satu tertera Rp 400 ribu yang artinya perharinya cuma Rp 100 ribu, berbeda dengan yang ada dikertas awal yaitu Rp 135 ribu. Sedangkan 2 hari di kelas VIP di kuitansi tertera 250 ribu, yang artinya perharinya cuma Rp 125 ribu. Berbeda dengan yang ada di kertas awal yaitu Rp 175 ribu. Semoga saja sekarang udah dibenahi :p



